sukses gagal dapat kita prediksi dari sekarang

Terkadang kita lebih memilih pacar atau orang yang kit anggap spesial untuk kita hunungi paling awal, tapi kita lupa kepada siapa yang sudah mebesarkan kta, kita yang membuat kita seperti sekarang ini. Boro –boro minta maaf, minta doa restu , Tanya kabar saja mungkin tidak pernah, tapi buat pacar apapun akan kita perjuangkan. Dia mint apa kita akan berusaha ngasih walau uang saja kita masih minta.

Kita nggak ingat semua itu, kita menjadi orang yang lupa dir, kita menjadi orang yang angkuh, merasa serba bisa tetapi kita tidak ingat bagimana perjuangan mereka untuk membuat kita menjadi seperti sekarang ini.

Lalu saat nasib kita tak kunjung berubah lantas apa yang kit lakukan ? sudah tidak tahu terima kasih, sudah lupa dengan mereka malah kita tambah dengan menghardik , menyalahkan, dan mengutuk Tuhan kita sendiri.

Bayangkan betapa ngkuhnya diri kita sekarang, apa pantas orang yang angkuh seperti kita mendapat pertolongan dari – Nya . pikir lagi deh, ayo kita introspeksi diri kita lagi, sudah sejauh mana kita berterima kasih kepada ke dua orang tua kita ? sudah berapa kalikah kita mebahagiakan kedua orang tua kita ? sudah berapa sering juga kita mendahulukan orang tua dari pada orang yang kita anggap pacar, yang belum tentu menerima kita apa adanya seperti oarng tua dan keluarga kita.

Kalau anda belu sadar juga berarti hati kita  memang benar – benar sudah mati, apakah mau kita di samakan dengan malin kundang ? kalau ada yang marah saya menulis ini , apa yang membedakaan anda dengan malin kundang ? sekarang dari pada anda marah membaca tulisan ini dan merasa paling benar mending bercerminlah saja dulu.

Apakah yang saya tulis ini benar atau salah ? kalau anda merasa nggak terima ayo dong buktikan bahwa anda medahulukan keluarga anda. Sukses kita tertunda karena ada orang di sekitar kita yang merasa tersakiti oleh ucapan ,tindakan , gaya kita selama ini.

Jika kita masih mengharapkan ingin sukses tapi selalu menyakiti orang terdekat kita, lalu pantas nggak kita mendapatkan semua itu ?

Kalau memang belum, mari kita ubah mulai hari ini, kita dahulukan oarng terdekat kita, bukankah Rasul mengajarkan pada umatnya untuk memuliakan kedua oarng tuanya, rasul kan bilang oarng yang harus kita bahagiakan terlebih dahulu adalah ibu, yang kedua adalah ibu, yang ketiga adala ibu dan yang keeempat adalah ayah kita. Lalu kalau melihat ini pacar nomor berapa ? yang pasti lebih dari 20 puluh.

Masih tetep mau menomor satukan pacar dan durhaka gitu ?

Apalagi kalau orang tua dah ngak ngijinin pacaran, kita tetep pacaran, kita sembunyi – sembunyi, dan unjung – ujungnya kita belajr berbohong kan ? demi orang yang kita nggak tahu siapa mereka, kita bela – belain bohong , kita bela – belain menomor duakan orang tua kita ? apakah begitu cara kita meraih sukses ?

Saya kira ini juga yang menjadi alasan kita tidak boleh berpacaran sebelum menikah, apalagi kalau pacarannya udah sampai pegang – pegangan tangan, udah sampai bibir ketemu, bahkan sampai melakukan hubungan seks, wah parah banget dong kita ? masih tetep mau bilang pengen sukses ? bisa sukses ? nagaca tuh sama monyet sekalian.

Buat yang masih berusaha menyangkal dan bilang demi cinta, demi ini demi itu, jangan salahkan siapapun kalau anda nantinya menjadi pecundang. Karena manusia pada dasarnya selalu di beri pilihan, tergantung kita mau pilih yang mana.

Buat yang masih tetep ngeyel dan ngengkeng sampai sini, sudah deh nggak usah baca kelanjutannya. Buat apa toh baca juga kalau itu tidak membuat hati anda terbuka.

Oh ya, kalau anda mengaku muslim, jadilah muslim yang sejati jangan setengah – setengah, jangan sampai jadi muslim yang solat rajin tapi maksiatnya juga tancap gas terus.

Lalu apa bedanya kita dengan penipu ? wah, agama itu bukan buat kedok biar kita di lihat baik sama orang tapi agama itu kan buat penunjuk dan penuntun arah kita toh ?

Ayo dong mulai sadri kesalahan kita, mulai mendahulukan keluarga juga, muali menomor satukan ibu juga. saya bisa nulis seperti ini bukan berarti saya sudah hebat, saya sudah bisa tapi saya hanya berusaha berbagi saja.

Kan kalau kita punya ilmu dan itu bermanfaat kalau bisa kita berikan sama orang ? lantas harus nunggu kita bisa nerapin dulu baru berbagi ? lah, kalau besok sudah mati ? mau berbagi kapan dong ?

Di kuburan gitu ? mustahil kali. Siapapun kita, apapun kekurangan kita, apapun kedudukan dan status kita sekarang, seburuk apapun kita sekarang kalau kita berusaha memperbaikinya dan mengajak oaring untuk ikut berubah menuju kebaikan , masa sih kita nggak dapat manfaatnya ?

 Masa sih kita juga nggak mempraktekannya ? pasti kita juga berusaha dong buat mempraktekan teori kita. Ayo mulai saat ini juga, detik ini juga, putuskan apa yang akan membuat kita bisa sukses dan apa yang bisa membuat kita hancur sehancur hancurnya.

Kalau mau sukses ayo kita berubah bareng – bareng, tapi kalau mau hancur monggo anda sendiri saja.

Semoga sedikit ilmu yang saya share ini bermanfaat bagi kita semua khususnya saya pribadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s