12 juni 2013

Hari ini saya mendapat sebuah pembelajaran yang sangat berharga dari teman saya. Dia biasa dipanggil Didi, dia sudah meraskan yang namanya hidup susah , hidup senang, menjadi seorang selebritis, di kagumi banyak orang. Dia juga bercerita bahwa kesuksesan bisa mendorong kita menuju kesombongan, tapi bukan berarti kita tidak boleh sukses, ini kan pendapatnya.

Saya suka prinsipnya , dia berkata begini : “ hidup itu tidak perlu kita pikirkan dengan susah selama kita memiliki teman, karena saat kita sedang mengalami kesusahan dengan otomatis teman pasti membantu kita.” Kurang lebih seperti itu dia berkata.

Dia juga kuarng suka dengan oaring yang berpendapat tunda dulu kesenanganmu untuk masa depanmu, mengapa? Kok dia sampai nggak suka, menurutnya kenpa kesenangan harus di tunda, kalau kita besok sudah tiada gimana dong ? kalau kita belum sempat menikmatinya sekarang lantas mau kapan kita menikmatinya ?

Perjalanan hidupnya sangat luar biasa, mulai dari tidur di kolong jembatan , ngamen, kerja dengan gaji hanya 25.000 per hari di kota Jakarta dan harus membayar kontrakan 350.000, coba kita bayangkan ? di kota dengan gaji 25.000 per hari kalau kita kalkulasikan dalam sebulan hanya memiliki gaji 650.000, dengan 300.000 apa yang bisa kita lakukan dengan biaya hidup di kota yang super mahal.

Beruntunglah kita yang saat ini sudah merasa enak, sudah berkecukupan, kalau sampai anda tidak mensyukurinya anda tidak lebih baik dari seorang pengemis.

Dia juga memberitahukan bahwa hidup dari nol itu nggak enak sama sekali. Yang ada hanya rasa pahit dan tangisan setiap malam yang menemani kita.  

Saat dia sudah berada di atas dia itu tidak lantas membuatnya senang, loh kenapa ? kan sudah di atas toh ? itu lah kehidupan, yang menuut kita terlihat menyenagkan belum tentu menyenangkan untuk oaring lain, begitu juga sebaliknya yang membuat kita tersa tidak menyenangkan bagi orang lain mungkin itu sudah biasa dan itu belum seberapa di bandingkan dengan mereka.

Ada banyak hal yang sedang dia cari yang akhirnya membuatnya memberanikan diri untuk keluar dari zona nyamannya dan akhirnya dengan kuasa – Nya saya bisa bertemu dengan Didi dan dapat memperoleh pembelajaran tentang kehidupan. Bagaimana sikap kita mensyukuri yang sudah ada akan membuat kita menjadi orang yang benar – benar sukses.

Saya mendapat pembelajaran pula dari om Kunto hari ini bahwa bisnis itu tidak melulu uang yang menjadi target melainkan sikap kita juga, dalam dunia bisnis banyak hal yang harus kita pelajari mulai dari ucapan terima kasih. Kenapa dengan ucapan terima kasih ? banyak orang yang menganggap itu mudah tetapi kenpa banyak orang yang jarang sekali mengucapkan terima kasih ? kalau memang itu mudah ayo dong buktikan bahwa mengucapkan terima kasih itu mudah.

Selain itu juga Om mengatakan dalam bisnis kita juga harus bisa bertoleransi , gimana tuh caranya ? sederhana sekali caranya, yaitu kita bersaing tetapi tidak mematikan kompetitor kita. Nah mungkin ini terlihat gampang, tetapi saat orientasi kesuksesan seseoarang adalah uang maka hal ini akan menjadi hal yang sulit di lakukan. Semua halite jika kita lihat secara teori memang gampang, tapi saat kita melihatnya dari sudut dunia nyata maka hanya oaring – oaring tertentu yang bisa meraihnya.

Orang – orang itu adalah orang – orang yang benar – benar mengetahui akan makna kehidupan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s